Senin, 03 Mei 2010

Pendekatan Post Structuralistic Geopolitik

Pendekatan Post Tructuralistic Geopolitik

Pendekatan post tructuralistic berbeda dengan pendekatan lainnya, dimana pendekatan ini mencoba melihat bahwa sesungguhnya dalam politik internasional terdapat struktur-struktur terutama dalam hal ekonomi. Masing-masing kelompok seperti borjouis dan karyawan mempunyai kepentingan yang berbeda. Tetapi kelompok ekonomi yang kuat akan selalu berusaha untuk mempengaruhi kelompok yang lemah. Dalam hal ini, actor tidak dilihat sebagai actor tunggal melainkan lebih sebagai struktur dalam masyarakat. Jadi aktornya tidak dilihat dari Negara atau organisasi Negara, melainkan lebih kepada ketergantungan dalam system ekonomi. Dalam hal ini, Negara kuat akan mempengaruhi “peri-peri” seperti Saudi Arabiah yang bisa mempengaruhi harga minyak. Juga dengan pendekatan ini akan bisa dilihat bagaimana Mesir tidak bisa mengalahkan Israel dalam perang 1967, atau juga setelah itu, Mesir yang semakin lemah dikarenakan Anwar Saddat yang menerima bantuan ekonomi dari Amerika. Atau alasan mengapa Amerika selalu mendukung posisi Israel bisa dipahami dengan pendekatan ini. Meskipun demikian, sampai saat ini diTimur Tengah yang menjadi persoalan untuk menggunakan pendekatan ini adalah kenyataan bahwa kebanyakan kebijakan yang terjadi masih lebih dipengaruhi oleh masalah ideologis.

Kebijakan pemerintah di suatu Negara termasuk kebijakan politik luar negeri mendapatkan tantangan dan rintangan karena adanya penolakan atau masalah-masalah lain yang bersifat internal seperti tidak adanya keamanan dan kestabilan domistik atau adanya interfensi asing yang disebabkan oleh persoalan identitas kebangsaan. Misalnya ketika raja Abdullah I Yordania masuk ke Irak dalam rangka membatasi pengaruh komunisme ketimur tengah yang berasal dari Rusia, tetapi Nasser yang menjadi pendukung Pan-Arabism saat itu menilai bahwa hal ini merupakan ancaman dan penolakan terhadap konsep kesatuan Negara-negara arab.